Dua Wakil Pool D Melaju, Aras Gading Muda Jakarta dan AKJ Semarang Kunci Tiket Perempat Final
02 Jul 2026
2
PERBASI – Aras Gading Muda Jakarta memastikan tempat di babak perempat final kategori U16 putra Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri setelah mengalahkan BIFFI Surabaya dengan skor 75-54 pada laga playoff putra di lapangan A Sahabat Arena, Semarang, Kamis (2/7).
Aras langsung mengambil kendali permainan sejak kuarter pertama dengan keunggulan 19-11. Keunggulan tersebut terus dipertahankan hingga babak pertama usai dengan skor 34-28.
Memasuki babak kedua, Aras semakin nyaman mengembangkan permainan. Mereka memperlebar selisih menjadi 58-43 pada akhir kuarter ketiga sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 75-54.
Laga ini juga diwarnai penampilan luar biasa dua pemain yang sama-sama mencatatkan double-double. Bani Afiansyah menjadi pemain terbaik Aras Gading Muda Jakarta setelah membukukan 19 poin, 10 rebound, dan 4 steal.
Di kubu BIFFI Surabaya, Galih Putra tampil sebagai pemain terbaik dengan raihan 15 poin dan 14 rebound, meski belum mampu membawa timnya melangkah ke babak berikutnya.
Pelatih Aras Gading Muda Jakarta, Hoei Maechel, mengatakan kedisiplinan dalam bertahan menjadi faktor utama yang membawa timnya meraih kemenangan.
"Kuncinya ada di defense. Anak-anak hari ini bermain like a man, disiplin dan berani bertarung di setiap possession," ujar Hoei.
Menurutnya, secara keseluruhan penampilan tim sudah sesuai harapan. Meski demikian, Aras harus kehilangan salah satu pemain yang mengalami cedera pada pertandingan ini.
"Secara performa saya puas. Semua pemain sudah menunjukkan permainan terbaiknya, hanya saja kami harus kehilangan satu pemain karena cedera," katanya.
Menghadapi babak semifinal, Hoei meminta anak asuhnya tetap menjaga semangat juang dan tidak mudah menyerah.
"Fight, never give up," tutupnya.
Kemenangan ini mengantarkan Aras Gading Muda Jakarta melaju ke babak quarterfinal Kejurnas 2026 dan menjaga peluang meraih gelar juara. Sementara itu, BIFFI Surabaya harus mengakhiri perjuangannya setelah terhenti di babak playoff.
The Hawk Banten mengawali pertandingan dengan keunggulan tipis 13-10 pada kuarter pertama. Namun AKJ Semarang mampu bangkit pada kuarter kedua dan membalikkan keadaan menjadi 37-26 saat turun minum.
Momentum tersebut terus berlanjut selepas jeda. AKJ semakin nyaman mengembangkan permainan hingga memperlebar keunggulan menjadi 53-36 pada akhir kuarter ketiga.
Memasuki kuarter penutup, AKJ tetap tampil disiplian dan memastikan kemenangan dengan skor akhir 69-45 untuk mengamankan satu tempat di babak quarterfinal.
Pelatih AKJ Semarang, Kurniawan Bingan, mengatakan perubahan pola pertahanan menjadi faktor yang mengubah jalannya pertandingan.
"Kami mengubah skema dari man-to-man defense menjadi matchup defense 1-1-3. Perubahan itu cukup membantu anak-anak mengontrol permainan," ujar Kurniawan.
Meski meraih kemenangan, ia menilai timnya masih memiliki sejumlah catatan evaluasi, terutama dalam transisi dari menyerang ke bertahan.
"Masih ada yang harus kami perbaiki, terutama transisi dari offense ke defense," katanya.
Menghadapi babak perempat final, Kurniawan sudah mulai mengalihkan fokus pada calon lawan yang memiliki keunggulan postur tubuh.
"Lawan berikutnya memiliki banyak pemain dengan postur besar. Kami harus memperbaiki transisi permainan dan mencari cara untuk mengatasinya," tutupnya.
Kemenangan ini membawa AKJ Semarang melangkah ke babak perempat final Kejurnas 2026, sementara The Hawk Banten harus mengakhiri perjuangannya setelah terhenti di babak playoff.