Perbasi didirikan pada tahun 1951, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menyusun organisasi olahraga bola basket Indonesia. Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi bola basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia, disingkat Perbasi. Tony Wen menduduki jabatan ketua serta Wim Latumeten sebagai sekretaris. Tahun 1955 namanya diubah dan disesuaikan dengan perbendaharaan bahasa Indonesia, menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dan tetap disingkat Perbasi.
Perbasi menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari tingkat perkumpulan, pengurus cabang (pengcab) Perbasi, pengurus daerah (pengda) Perbasi, sampai kepada pengurus besar (PB) Perbasi. Dalam perjalanannya PB Perbasi telah beberapa kali berganti kepengurusan. Tercatat pengusaha muda Noviantika Nasution pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB Perbasi masa jabatan 2006-2010, setelah sebelumnya jabatan Ketua Umum dipegang oleh Gubernur DKI, Sutiyoso.
Pada 2010 Ketua Umum PB Perbasi dipegang oleh mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia Anggito Abimanyu, setelah unggul 133 suara dari satu calon lainnya Azrul Ananda di Musyawarah Nasional Perbasi di Jakarta.
Tahapan kongres yang molor membuat kongres baru bisa digelar 13-14 Maret 2015. Danny Kosasih terpilih menjadi Ketua Umum PP Perbasi.
Tahun 2024 Munas PERBASI yang digelar di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta, pada hari Selasa tanggal 29 Oktober 2024, resmi menetapkan G. Budisatrio Djiwandono, B.A. sebagai Ketua Umum DPP PERBASI periode 2024–2028 melalui proses aklamasi, menggantikan almarhum Danny Kosasih. Dalam pemaparan visi-misinya, Budisatrio menegaskan komitmen menjadikan bola basket Indonesia sebagai industri dan prestasi menuju Indonesia Emas 2045, dengan delapan misi strategis yang menekankan penguatan koordinasi, pengembangan infrastruktur, peningkatan kompetensi pelatih bersertifikat FIBA, serta perluasan kompetisi 3x3 dan mini basket. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan pengurus, pelatih, wasit, sponsor, hingga FIBA guna membangun ekosistem basket yang inklusif dan berkelanjutan
| No | Nama | Awal jabatan | Akhir jabatan |
|---|---|---|---|
| 1 | Tony Wen | 1951 | 1959 |
| 2 | Wim Latumeten | 1959 | 1966 |
| 3 | Soedirgo | 1966 | |
| 4 | Jonosewojo | 1971 | 1986 |
| 5 | Harmoko | 1986 | 1998 |
| 6 | Sutiyoso | 1998 | 2004 |
| 7 | Erick Thohir | 2004 | 2006 |
| 8 | Noviantika Nasution | 2006 | 2010 |
| 9 | Anggito Abimanyu | 2010 | 2015 |
| 10 | Danny Kosasih | 2015 | 2024 |
| 11 | Budi Djiwandono | 2024 | sekarang |