Selamat! Tim Putri Satria Karadenan Bogor dan Tim Putra Cendrawasih Bandung Rebut Gelar Juara Kejurnas U18 2026

Selamat! Tim Putri Satria Karadenan Bogor dan Tim Putra Cendrawasih Bandung Rebut Gelar Juara Kejurnas U18 2026

14 Jul 2026 5
PERBASI – Satria Karadenan Bogor sukses mengakhiri turnamen kali ini dengan menjuarai kategori U18 putri Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri. Bermain di Sahabat Arena, Semarang, Selasa (14/7), Satria menaklukkan The Lion Surabaya dengan skor tipis 38-37 dalam partai final yang berlangsung sengit hingga detik terakhir.

Sejak awal laga, kedua tim langsung menunjukkan kualitas sebagai dua tim terbaik turnamen. Permainan berlangsung hati-hati dengan intensitas pertahanan yang tinggi sehingga setiap poin menjadi sangat berharga. The Lion menutup kuarter pertama dengan keunggulan tipis 10-9.

Satria mulai menemukan ritme permainan pada kuarter kedua. Melalui pertahanan yang semakin disiplin dan serangan yang lebih efektif, mereka membalikkan keadaan sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 22-17.
Satria Karadenan Bogor sukses mengakhiri turnamen kali ini dengan menjuarai kategori U18 putri Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri. Foto: PERBASI


Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Kedua tim saling bergantian mencetak poin dan beberapa kali memaksa lawan melakukan kesalahan sendiri. Meski The Lion terus memberikan tekanan, Satria mampu menjaga keunggulan hingga memasuki kuarter terakhir dengan skor 30-28.

Drama terjadi pada menit-menit akhir pertandingan. The Lion beberapa kali memangkas selisih angka dan membuat laga kembali terbuka. Namun, ketenangan para pemain Satria dalam menjaga penguasaan bola serta disiplin bertahan menjadi pembeda hingga peluit panjang berbunyi. Satria pun memastikan kemenangan tipis 38-37 sekaligus mengangkat trofi juara.

Kaisa Nuridhina tampil sebagai bintang kemenangan Satria Karadenan Bogor dengan torehan 20 poin dan 6 rebound. Sementara di kubu The Lion Surabaya, Hannah Harshita tetap memberikan kontribusi besar lewat 6 poin dan 12 rebound.
The Lion Surabaya harus puas finis sebagai runner-up setelah memberikan perlawanan sengit hingga detik terakhir dalam partai final yang menjadi penutup persaingan U18 putri. Foto: PERBASI


Pelatih The Lion Surabaya, Jezswi Feruji, menilai perubahan tempo permainan menjadi salah satu momen yang mengubah jalannya pertandingan.

"Defense kami sejak kuarter kedua sebenarnya sudah lebih agresif dan lebih rapi. Tapi kami tidak bisa mengontrol tempo permainan, justru mengikuti tempo lawan. Sempat bisa mengejar ketika kami berhasil mengambil kembali tempo pertandingan," ujarnya.

Menurut Jezswi, keberhasilan Satria mengendalikan ritme permainan membuat timnya tidak mampu menjalankan game plan secara maksimal.

"Mereka berhasil mengambil kontrol tempo permainan. Itu yang membuat kami keluar dari game plan," katanya.

Ia pun mengambil banyak pelajaran dari partai final tersebut.

"Defense, rebound, dan rasa hormat kepada lawan menjadi pelajaran penting. Jangan pernah meremehkan siapa pun. Basket adalah permainan momentum, jadi ketika mendapat momentum harus benar-benar dijaga," tuturnya.

Pemain Satria Karadenan Bogor sempat alami ketegangan di final. Foto: PERBASI


Di sisi lain, pelatih Satria Karadenan Bogor, Mabruri, mengakui tekanan partai final sempat membuat anak asuhnya bermain tegang.

"Anak-anak tegang sekali. Saya terus bilang kepada mereka untuk menikmati pertandingan karena atmosfer final memang berbeda dari pertandingan sebelumnya," ujarnya.

Mabruri menilai keberhasilan timnya menjalankan pertahanan sesuai rencana menjadi keputusan paling tepat sepanjang pertandingan.

"Anak-anak mampu menjalankan defense dengan baik. Kami berusaha mematikan pemain-pemain kunci lawan supaya mereka tidak bisa bermain senyaman biasanya," katanya.

Menurutnya, ketika dua tim memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda, faktor mental menjadi penentu utama.

"Kalau sudah sampai babak final seperti ini, saya rasa bukan lagi soal skill atau taktik. Yang membedakan adalah mental dan bagaimana pemain menghadapi tekanan. Siapa yang lebih siap dan lebih ingin menjadi juara, dialah yang akan menang," tutupnya.

Kemenangan ini memastikan Satria Karadenan Bogor keluar sebagai Juara 1 kategori U18 putri Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri. The Lion Surabaya harus puas finis sebagai runner-up setelah memberikan perlawanan sengit hingga detik terakhir dalam partai final yang menjadi penutup persaingan U18 putri.

Cendrawasih Bandung menutup penampilan impresifnya di Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri dengan gelar juara kategori U18 putra. Foto: PERBASI

Pada petandingan selanjutnya, Cendrawasih Bandung menutup penampilan impresifnya di Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri dengan gelar juara kategori U18 putra. Pada partai final yang berlangsung di Sahabat Arena, Semarang, Selasa (14/7), Cendrawasih menang atas Merpati Bali dengan skor 63-59 dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga kuarter terakhir.

Final mempertemukan dua tim yang tampil konsisten sepanjang turnamen. Cendrawasih langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Bermain agresif di kedua sisi lapangan, mereka membuka keunggulan 19-10 pada kuarter pertama dan berhasil menjaga momentum hingga memperlebar jarak menjadi 36-24 saat turun minum.

Merpati Bali tidak tinggal diam. Memasuki babak kedua, mereka perlahan menemukan ritme permainan dan mulai memangkas ketertinggalan melalui permainan kolektif yang lebih efektif. Meski demikian, Cendrawasih tetap mampu mempertahankan keunggulan 49-42 saat kuarter ketiga berakhir.

Kuarter terakhir berlangsung penuh tensi. Merpati terus menekan dan beberapa kali memperkecil selisih angka sehingga pertandingan kembali terbuka. Namun, Cendrawasih tampil lebih tenang dalam momen-momen krusial. Pertahanan disiplin dan pengambilan keputusan yang tepat pada penguasaan bola terakhir memastikan kemenangan 63-59 sekaligus mengunci gelar juara.
Merpati Bali harus puas menjadi runner up di kejurnas tahun ini. Foto: PERBASI


Steven Sebastian kembali menjadi sosok sentral dalam kemenangan Cendrawasih Bandung dengan membukukan 20 poin, 16 rebound, dan 4 assist, sekaligus mencatatkan double-double. Di kubu Merpati Bali, Cokorda Putra menjadi pencetak angka terbanyak tim lewat torehan 15 poin dan 5 rebound.

Pelatih Merpati Bali, Aldion Christian, menilai awal pertandingan menjadi titik yang paling memengaruhi jalannya laga.

"Start kami kurang bagus. Mungkin anak-anak sedikit kaget di awal. Sebenarnya persiapan sudah dilakukan, tetapi ada beberapa penyesuaian yang tidak berjalan sesuai rencana," ujarnya.

Menurut Aldion, kesiapan lawan dalam melakukan penyesuaian membuat timnya sulit bermain sesuai karakter.

"Mereka datang dengan persiapan yang sangat baik. Banyak adjustment yang mereka lakukan. Kami juga menghadapi beberapa faktor lain, termasuk kondisi pemain, jadi cukup banyak hal yang memengaruhi pertandingan hari ini," katanya.
Cendrawasih menang atas Merpati Bali dengan skor 63-59 dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga kuarter terakhir.Foto: PERBASI


Ia berharap kekalahan di final menjadi bekal berharga bagi para pemain untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

"Pelajaran terbesar hari ini adalah soal mental. Anak-anak terlihat lebih grogi dari biasanya. Ke depan, mental bertanding dan daya saing mereka harus terus ditingkatkan agar lebih siap menghadapi pertandingan besar seperti ini," tuturnya.

Sementara itu, pelatih Cendrawasih Bandung, Gian Gumilar, mengungkapkan keberhasilan timnya tidak lepas dari persiapan yang lebih matang dibanding musim sebelumnya.

"Yang pasti persiapan kami jauh lebih siap dibanding tahun lalu. Itu menjadi modal penting bagi anak-anak menghadapi pertandingan final," ujarnya.

Menurut Gian, keputusan mengubah pola pertahanan menjadi salah satu momen penting yang membantu timnya mengamankan kemenangan.

"Perubahan dari man to man ke zone defense menjadi keputusan yang tepat. Setelah itu mereka kesulitan mencetak poin, terutama pada momen-momen penentuan di akhir pertandingan," katanya.

Meski sukses meraih gelar juara, Gian mengakui anak asuhnya sempat merasakan tekanan besar di partai final.
Pemain Merpati Bali sudah bekerja keras menunjukkan kemampuan terbaiknya di partai final. Foto: PERBASI


"Di pertandingan-pertandingan sebelumnya mereka bermain lebih lepas. Hari ini beberapa pemain terlihat grogi. Jadi yang paling membedakan memang faktor mental dalam menghadapi laga sebesar final," tutupnya.

Kemenangan ini memastikan Cendrawasih Bandung keluar sebagai Juara 1 kategori U18 putra Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri setelah menutup turnamen dengan penampilan yang konsisten sejak fase grup hingga partai puncak. Sementara itu, Merpati Bali kembali harus puas finis sebagai runner-up, setelah untuk musim kedua secara beruntun terhenti di partai final.

Berakhirnya partai final sekaligus menutup rangkaian pertandingan kategori U18 Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri. Satria Karadenan Bogor berhasil keluar sebagai juara kategori U18 putri setelah menaklukkan The Lion Surabaya, sementara Cendrawasih Bandung meraih gelar juara kategori U18 putra usai mengatasi perlawanan Merpati Bali. Keempat finalis menampilkan persaingan yang kompetitif sepanjang turnamen, mulai dari fase grup hingga partai puncak, sekaligus menegaskan kualitas pembinaan antarklub bola basket usia muda di Indonesia.
Tautan disalin