Merpati Bali dan Cendrawasih Bandung Siap Berebut Gelar Juara U18 Putra di Sahabat Arena Semarang

Merpati Bali dan Cendrawasih Bandung Siap Berebut Gelar Juara U18 Putra di Sahabat Arena Semarang

PERBASI 13 Jul 2026 6
PERBASI – Merpati Bali kembali menunjukkan mental juara pada babak semifinal Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri kategori U18 putra. Bermain di Sahabat Arena, Semarang, Senin (13/7), Merpati menaklukkan Aras Gading Muda dengan skor 56-45 sekaligus memastikan satu tempat di partai final.

Sejak awal laga, Merpati tampil lebih siap menghadapi tekanan pertandingan. Mereka mampu mengendalikan tempo permainan dan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 16-10. Keunggulan tersebut terus bertambah pada kuarter kedua berkat pertahanan yang disiplin dan penyelesaian serangan yang efektif, sehingga Merpati memasuki halftime dengan keunggulan 30-18.

Aras Gading Muda mencoba tampil lebih agresif pada kuarter ketiga dan sempat memangkas jarak lewat sejumlah serangan cepat yang dipimpin Brandon Faraz. Namun, Merpati mampu merespons dengan baik untuk tetap menjaga keunggulan hingga memasuki kuarter terakhir.

Bermain di Sahabat Arena, Semarang, Senin (13/7), Merpati menaklukkan Aras Gading Muda dengan skor 56-45 sekaligus memastikan satu tempat di partai final. Foto: PERBASI


Memasuki sepuluh menit penentuan, Merpati bermain lebih tenang dalam mengelola keunggulan. Mereka berhasil membatasi peluang Aras Gading Muda untuk mendekat sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 56-45 dan mengamankan tiket menuju partai puncak.

Brandon Faraz menjadi pencetak angka terbanyak Aras Gading Muda dengan torehan 17 poin dan 5 rebound. Sementara di kubu Merpati Bali, Gede Dio tampil sebagai motor permainan lewat kontribusi 15 poin, 4 rebound, dan 5 assist.

Pelatih Merpati Bali, Regita Pramesti, menilai aspek mental menjadi pembeda pada pertandingan semifinal yang berlangsung dalam tensi tinggi tersebut.

Aras Gading Muda Jakarta gagal pertahankan gelar juara musim lalu usai kalah dari Merpati Bali. Foto: PERBASI


"Yang paling penting hari ini adalah mental. Bagaimana anak-anak bisa tetap menjaga fokus saat sedang unggul. Kalau mental sudah kuat, menjalankan strategi apa pun akan lebih mudah," ujarnya.

Menatap partai final, Regita menegaskan timnya tetap akan mempelajari kekuatan calon lawan, namun tanpa meninggalkan identitas permainan yang sudah dibangun sejak awal turnamen.

"Kami tetap harus melihat permainan lawan karena penyesuaian itu penting. Tapi di sisi lain, kami juga harus memperkuat apa yang menjadi karakter permainan kami sendiri," katanya.

Merpati Bali datang ke final dengan motivasi berlipat setelah musim lalu harus puas menjadi runner-up. Regita berharap anak asuhnya mampu menuntaskan perjuangan tahun ini dengan hasil terbaik.


"Tahun lalu kami juga sampai final, tetapi belum berhasil menjadi juara. Tahun ini kami tidak boleh cepat puas. Tinggal satu kemenangan lagi yang harus diperjuangkan anak-anak," tutupnya.

Kemenangan ini mengantarkan Merpati Bali kembali tampil di partai final kategori U18 putra Kejurnas 2026.

Cendrawasih Bandung memastikan langkah ke partai final Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri kategori U18 putra usai mengalahkan The Lion Surabaya dengan skor 74-59 pada babak semifinal yang berlangsung di Sahabat Arena, Semarang, Senin (13/7).Foto: PERBASI


Partai kedua semifinal, Cendrawasih Bandung memastikan langkah ke partai final Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri kategori U18 putra usai mengalahkan The Lion Surabaya dengan skor 74-59 pada babak semifinal yang berlangsung di Sahabat Arena, Semarang, Senin (13/7). Kemenangan ini sekaligus menjaga peluang Cendrawasih untuk menyempurnakan performa luar biasa mereka sepanjang turnamen.

Cendrawasih langsung mengambil alih jalannya pertandingan sejak kuarter pertama. Permainan cepat yang dipadukan dengan akurasi penyelesaian akhir membuat mereka melesat unggul 31-8, memaksa The Lion bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan.

Memasuki kuarter kedua, Cendrawasih tetap tampil efektif dalam memanfaatkan setiap peluang sehingga menutup babak pertama dengan keunggulan 43-25.

Selepas jeda, The Lion berusaha bangkit lewat agresivitas Kenneth Aiden yang terus menjadi tumpuan serangan. Namun, Cendrawasih mampu menjaga jarak aman berkat permainan kolektif yang konsisten. Keunggulan 60-47 di akhir kuarter ketiga menjadi modal penting sebelum mereka mengamankan kemenangan 74-59.

The Lion Surabaya harus berjuang di perebutan peringkat ketiga usai gagal ke final. Foto: PERBASI


Kenneth Aiden menjadi pencetak angka terbanyak bagi The Lion Surabaya dengan 24 poin dan 8 rebound. Sementara di kubu Cendrawasih Bandung, Steven Sebastian tampil sebagai pemain terbaik melalui kontribusi 14 poin dan 16 rebound, sekaligus mencatatkan double-double yang membantu timnya mengendalikan pertandingan.

Pelatih Cendrawasih Bandung, Gian Gumilar, mengakui anak asuhnya sempat kehilangan konsistensi setelah tampil sangat baik pada awal pertandingan.

"Anak-anak sempat tidak konsisten. Kuarter pertama kami bermain bagus, tetapi setelah itu performanya menurun, terutama di kuarter ketiga. Syukurnya mereka bisa kembali menemukan permainan terbaik dan mengendalikan pertandingan lagi," ujarnya.

Menghadapi partai final, Gian menegaskan timnya tidak hanya akan menyesuaikan permainan dengan calon lawan, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap penampilan tim sendiri.

"Tentu kami harus menyesuaikan dengan karakter lawan. Di sisi lain, kami juga perlu mengevaluasi permainan hari ini. Yang paling penting sekarang adalah istirahat dan menjaga asupan agar kondisi pemain benar-benar siap untuk final," katanya.

Meski berhasil melangkah ke partai puncak, Gian mengingatkan para pemain agar tidak terlena dengan hasil yang telah diraih.

"Inkonsistensi hari ini tidak boleh terulang lagi besok. Ini Kejurnas, semua tim datang dengan persiapan terbaik. Kalau lengah sedikit saja, keunggulan sebesar apa pun bisa dikejar lawan jika kami tidak mampu mengendalikan situasi pertandingan," tutupnya.

Perjalanan panjang sejak fase grup kini menyisakan dua tim terbaik. Cendrawasih Bandung dan Merpati Bali berhasil melewati seluruh rintangan untuk mengamankan tempat di partai final kategori U18 putra Kejurnas 2026. Pertemuan keduanya besok (14/7) akan menjadi penentu siapa yang berhak mengangkat trofi juara, sementara The Lion Surabaya dan Aras Gading Muda Jakarta akan lebih dulu memperebutkan posisi ketiga.
Tautan disalin