PERBASI - Timnas Basket U18 Putra membuka rivalitas di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 dengan kemenangan. Kemenangan perdana dibukukan usai mengalahkan Laos dengan kedudukan 89-35 di Chan Ka Pho Gymnasium, Kamis (11/6).
Pemain Timnas Basket U18 Putra tidak kesulitan amankan kemenangan ini. Mereka langsung gas pol sejak kuarter awal dengan menutup keunggulan di angka 30-13.
Hegemoni Indonesia berlanjut di kuarter kedua. Laos hanya diberikan kesempatan menambah 7 angka sementara Indonesia memproduksi poin tambahan sebanyak 17 yang membuat Indonesia menutup persaingan dengan keunggulan 47-20 saat turun minum.
Memasuki kuarter ketiga, pemain Indonesia tidak kendorkan tekanan. Mereka terus bermain agresif hingga sukses menambah 26 poin berbanding 11 angka dari Laos.
Pada kuarter akhir, Indonesia menutup pertandingan dengan produksi 16 poin berbanding 4 angka dari Laos. Tambahan angka ini membuat Indonesia menang dengan kedudukan 89-35.
Chimaobi Nzekwue menjadi pencetak poin terbanyak untuk Indonesia dengan catatan 24 poin, 9 rebound, dan 1 asis. Selanjutnya ada Fathy Muhammad Zhafif dengan koleksi 12 poin dan 5 rebound.
Kemudian dari Laos ada Phouphet Keovilay yang bukukan poin terbanyak dengan koleksi 15 poin, 7 rebound, dan 1 asis.
Pelatih Timnas Basket U18 Putra, Ismael mengatakan belum bisa merasa tenang meski anak asuhnya menang di pertandingan pertama. Ini karena ada beberapa hal teknis yang perlu pembenahan.
“Ada beberapa hal teknis seperti 3 point field goal, helpside defensive rebounds, details instruksi yg masih belum disiplin dijalankan, dan juga ada beberapa pemain belum mendapatkan feel atau touchnya di game pertama tadi,” jelas Ismael.
Pembenahan harus dilakukan karena di pertandingan selanjutnya, Indonesia akan hadapi Malaysia. Malaysia yang akan menjadi lawan selanjutnya bukan tim mudah dikalahkan. Duel ini akan berlangsung Jumat (12/6), pukul 13.00 WIB.
“Malaysia punya defense yang variatif dan beberapa pemain besar yang bermain dari outside juga di offensenya,” jelas Coach Ismael.
Melihat waktu recovery yang pendek, membuat Coach Ismael harus mampu menjaga kondisi pemain tetap fit. Sebaliknya Malaysia mendapatkan waktu off day sehari sebelum duel lawan Indonesia.
Ini karena Malaysia jalani laga pertamanya di ajang ini pada Rabu (11/6). Pada pertandingan tersebut, Malaysia sukses kalahkan Laos dengan kedudukan 116-57.
“Kami akan maksimalkan waktu recovery dengan melakukan beberapa treatment untuk mereka dan kebetulan game tadi kami membagi hampir keseluruh pemain secara merata, hanya Ryansean (Bastian Gunawan) bermain 21 menit. Sisanya dibawah itu,” ungkapnya.
“Untuk game besok (lawan Malaysia), kami ingin mereka bermain lebih lepas dengan menunjukkan kelebihan karakter mereka masing-masing dan lebih disiplin dalam defense. Menjalankan dan mengeksekusi semua detail yang diberikan,” ujar Coach Ismael.
Pemain Timnas Basket U18 Putra tidak kesulitan amankan kemenangan ini. Mereka langsung gas pol sejak kuarter awal dengan menutup keunggulan di angka 30-13.
Hegemoni Indonesia berlanjut di kuarter kedua. Laos hanya diberikan kesempatan menambah 7 angka sementara Indonesia memproduksi poin tambahan sebanyak 17 yang membuat Indonesia menutup persaingan dengan keunggulan 47-20 saat turun minum.
Memasuki kuarter ketiga, pemain Indonesia tidak kendorkan tekanan. Mereka terus bermain agresif hingga sukses menambah 26 poin berbanding 11 angka dari Laos.
Pada kuarter akhir, Indonesia menutup pertandingan dengan produksi 16 poin berbanding 4 angka dari Laos. Tambahan angka ini membuat Indonesia menang dengan kedudukan 89-35.
Chimaobi Nzekwue menjadi pencetak poin terbanyak untuk Indonesia dengan catatan 24 poin, 9 rebound, dan 1 asis. Selanjutnya ada Fathy Muhammad Zhafif dengan koleksi 12 poin dan 5 rebound.
Kemudian dari Laos ada Phouphet Keovilay yang bukukan poin terbanyak dengan koleksi 15 poin, 7 rebound, dan 1 asis.
Pelatih Timnas Basket U18 Putra, Ismael mengatakan belum bisa merasa tenang meski anak asuhnya menang di pertandingan pertama. Ini karena ada beberapa hal teknis yang perlu pembenahan.
“Ada beberapa hal teknis seperti 3 point field goal, helpside defensive rebounds, details instruksi yg masih belum disiplin dijalankan, dan juga ada beberapa pemain belum mendapatkan feel atau touchnya di game pertama tadi,” jelas Ismael.
Pembenahan harus dilakukan karena di pertandingan selanjutnya, Indonesia akan hadapi Malaysia. Malaysia yang akan menjadi lawan selanjutnya bukan tim mudah dikalahkan. Duel ini akan berlangsung Jumat (12/6), pukul 13.00 WIB.
“Malaysia punya defense yang variatif dan beberapa pemain besar yang bermain dari outside juga di offensenya,” jelas Coach Ismael.
Melihat waktu recovery yang pendek, membuat Coach Ismael harus mampu menjaga kondisi pemain tetap fit. Sebaliknya Malaysia mendapatkan waktu off day sehari sebelum duel lawan Indonesia.
Ini karena Malaysia jalani laga pertamanya di ajang ini pada Rabu (11/6). Pada pertandingan tersebut, Malaysia sukses kalahkan Laos dengan kedudukan 116-57.
“Kami akan maksimalkan waktu recovery dengan melakukan beberapa treatment untuk mereka dan kebetulan game tadi kami membagi hampir keseluruh pemain secara merata, hanya Ryansean (Bastian Gunawan) bermain 21 menit. Sisanya dibawah itu,” ungkapnya.
“Untuk game besok (lawan Malaysia), kami ingin mereka bermain lebih lepas dengan menunjukkan kelebihan karakter mereka masing-masing dan lebih disiplin dalam defense. Menjalankan dan mengeksekusi semua detail yang diberikan,” ujar Coach Ismael.