PERBASI Targetkan Perbaiki Peringkat Dunia di 3x3 Challenger

PERBASI Targetkan Perbaiki Peringkat Dunia di 3x3 Challenger

PERBASI 25 Jul 2026 36
PERBASI - DPP PERBASI ingin posisi Indonesia di peringkat dunia naik. Salah satu caranya adalah menurunkan tim di 3x3 Challenger. 

Keikutsertaan dan menjadi tuan rumah 3x3 Challenger
merupakan upaya jangka panjang PERBASI dalam meningkatkan peringkat Indonesia melalui akumulasi poin dari kompetisi resmi Federasi Bola Basket Internasional (FIBA).

Ini bagian dari strategi PERBASI dalam mengumpulkan poin peringkat dunia demi membuka peluang tampil di Olimpiade.

"Kalau kita ingin menuju Olimpiade seperti yang menjadi mimpi PERBASI, kita harus mengumpulkan banyak poin," ungkap Nirmala.
Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi bersama Waketum Zona Sulawesi, NTT, dan NTB Mohamad Shalahudin bersama Ketua Perbasi Kota Batam Junico menyaksikan pertandingan Tim Indonesia di exe Challenger. Foto: PERBASI


"Poin itu bisa didapat dengan menjadi tuan rumah maupun mengikuti turnamen-turnamen seperti ini. Menang tentu memberikan poin lebih besar, tetapi ikut bertanding juga tetap menghasilkan poin,” lanjutnya.

Pada pelaksanaan 3x3 Challenger 2026 di Batam, DPP PERBASI menurunkan tiga tim. Mereka adalah Tim Balige, Waisai, dan Ambon.

Putusan ini diambil, kata Nirmala, agar semakin banyak atlet memperoleh pengalaman sekaligus berkontribusi terhadap perolehan poin Indonesia.

Ia menegaskan hasil pertandingan pada satu turnamen bukan menjadi ukuran utama keberhasilan pembinaan atlet.

“Jangan melihat hasil jangka pendek. Yang terpenting adalah semakin banyak pemain mengikuti kompetisi berstandar dunia sehingga kemampuan, pengalaman, dan rasa percaya diri mereka terus berkembang. Ini investasi jangka panjang,” terangnya.

Nirmala mengatakan setelah Batam, tim Indonesia masih akan mengikuti sejumlah seri FIBA 3x3 Challenger di negara lain. Ini sebagai bagian dari program pengumpulan poin sekaligus persiapan menghadapi Asian Games Nagoya-Aichi 2026.

“Kami berharap dari kompetisi-kompetisi ini peringkat Indonesia bisa terus meningkat sehingga peluang bersaing di level dunia juga semakin besar,” terangnya.
Pemain Tim Balige melakukan koordinasi di tengah pertandingan 3x3 Challenger di Batam. Foto: PERBASI


Nirmala memuji pelaksanaan kejuaraan 3x3 di Batam. Masyarakat sangat antusias menyaksikan pertandingan.

Pada hari pertama pelaksanaan 3x3 Challenger, 25 Juli 2026, venue di Alun-Alun Engku Putri penuh sesak. Tiket yang disediakan sold out.
 
Bahkan banyak masyarakat Batam yang menyaksikan aksi para pebasket 3x3 dunia dibalik pagar. Ini karena mereka penasaran ingin saksikan 3x3 Challenger namun tiket sudah tidak tersedia.

Masyarakat juga memaksimalkan fasilitas nonton bareng di sekitar venue. Panggung yang di seting menjadi tempat nonton bareng dipenuhi masyarakat.

Masyarakat Batam semakin menikmati menyaksikan pertandingan karena bisa kulineran jika perut kosong. Akses jalan masuk dipenuhi stand UMKM jualan makanan ringan dan berat.

"Luar biasa sekali kerja sama PERBASI Kepri dan Batam. Kami berharap event seperti ini memicu lahirnya pemain-pemain berkualitas dari Batam," tegas Dewi.

Bagi masyarakat, ini pengalaman baru menyaksikan aksi para pebasket 3x3 dunia di Batam. Salah satu penonton asal Batam, Agung Prasetyo, mengaku takjub dengan atmosfer pertandingan yang begitu hidup sejak awal laga.

"Ini pengalaman menarik juga, karena aku biasa nonton di YouTube sekarang bisa ngeliat langsung. Semoga gelaran serupa dapat dihelat setiap tahun dan tim putra-putri Batam dapat berlaga mewakili Indonesia, sehingga masyarakat Batam tidak hanya jadi penonton saja," harap Agung.
Antusiasme masyarakat Batam menyaksikan 3x3 Challenger di Alun-Alun Engku Putri Batam. Foto: PERBASI


Hal senada diungkapkan oleh Riki Surya, penonton lainnya yang merasa bangga Kota Batam dipercaya menggelar ajang internasional.

"Ini pengalaman baru bagi saya, bisa melihat langsung pertandingan internasional dengan atlet-atlet dunia di 'rumah sendiri'. Semoga bisa rutin digelar tiap tahun," tuturnya.

Ketua DPD PERBASI Kepulauan Riau Suhadi menilai bahwa penyelenggaraan FIBA 3x3 Challenger Batam berhasil menunjukkan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah turnamen internasional.

Ia mengatakan sejumlah pemain dunia memberikan apresiasi terhadap kualitas lapangan, penyelenggaraan, dan fasilitas pertandingan di Batam yang dinilai telah memenuhi standar FIBA.

Menurut Suhadi, keberhasilan tersebut menjadi modal untuk mengupayakan Batam kembali menjadi tuan rumah FIBA 3x3 Challengers pada 2027. Dengan demikian, Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan menggelar turnamen internasional yang turut mendukung pengumpulan poin atlet nasional.

“Harapan kami tentu pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan DPP PERBASI bisa bersama-sama melanjutkan penyelenggaraan seri ini tahun depan,” harap Suhadi.


Opening Ceremony

Gelaran kejuaraan basket internasional bergengsi, FIBA 3x3 Batam Challenger 2026, resmi dibuka dalam Opening Ceremony yang meriah di Alun-Alun Engku Putri, Batam, Sabtu malam, 25 Juli 2026.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad yang hadir dalam acara pembukaan menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas kepercayaan internasional yang diberikan kepada Kota Batam. Foto: PERBASI


Ajang ini menghadirkan persaingan sengit para pebasket papan atas dunia sekaligus menjadi panggung hiburan dan pesta rakyat bagi masyarakat Kota Batam.

Untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir, pihak penyelenggara menyediakan titik area Nonton Bersama (Nobar) dengan layar besar di area Alun-Alun Engku Putri. 

Selain menikmati atmosfer pertandingan kelas dunia, para pengunjung dan penonton juga dimanjakan dengan deretan stan UMKM yang menyajikan beragam jajanan serta kuliner lokal khas Batam, menjadikannya destinasi wisata olahraga (sport tourism) yang lengkap bagi keluarga.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad yang hadir dalam acara pembukaan menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas kepercayaan internasional yang diberikan kepada Kota Batam.

"Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan terima kasih atas ditunjuknya Batam sebagai tuan rumah. Ini menandakan Batam sangat kondusif dan baik," ujarnya. 

"Event ini semakin menegaskan bahwa Batam memang layak menjadi destinasi sport tourism. Semoga para atlet dan official merasa nyaman selama berada di sini, serta atlet basket Batam semakin termotivasi untuk mengasah diri menjadi atlet berprestasi," ungkapnya.
Tautan disalin