Begini Persiapan Timnas Basket 3x3 Putri Hadapi Women’s Series Tokyo Stop 2026
PERBASI
30 Jul 2026
19
PERBASI - Pertandingan bola basket 3x3 di Asian Games ke-20 yang berlangsung pada 21-25 September 2026 diprediksi akan banyak kejutan karena regulasi anyar yang diterapkan. Pada Asian Games ini, hanya pemain berusia di bawah 23 tahun yang boleh bermain.
Indonesia menyiasati regulasi ini dengan mematangkan pemain U23 tahun. Mereka dalam satu tim dikirim ke berbagai kejuaraan Challenger dan Women’s Series.
Untuk kategori Putra, ada 11 pemain yang terbagi menjadi dua tim. Mereka belum lama ini tampil di FIBA 3x3 Challenger di Batam. Mereka juga agendakan ikut turnamen di Taiwan Stop.
Kemudian untuk kategori putri, sesuai usia, ada tiga pemain U23 tahun yang terus diasah kemampuannya. Mereka adalah Diva Intan, Thasya Saputera, dan Lidwina Ruth. Dalam mematangkan permainan, mereka dimentori seniornya, Ayu Sriartha.
FIBA 3x3 Women’s Series Tokyo Stop akan berlangsung 1-2 Agustus 2026. Di Tokyo Stop, Timnas Basket 3x3 Putri akan memulai perjalanan dari babak kualifikasi.
Indonesia di Grup A akan bersaing dengan Lion City asal Singapura dan Takasaki dari Jepang. Jika lolos, Timnas Basket 3x3 Putri akan masuk Pool C babak penyisihan melawan Belanda dan Beijing dari China.
Membedah kekuatan lawan, Tim Takasaki dihuni pemain dengan usia termuda adalah 24 tahun dan tertua usia 38 tahun, atas nama Misa Yokoi. Ini tim senior.
Lalu untuk wakil Singapura, diisi pemain mayoritas U23 tahun. Denise Choo berusia 20 tahun, Lim Lek Kar usia 21 tahun, dan Sim Yu Na Kindra (23 tahun). Mereka dimentori pemain senior usia 33 tahun atas nama Choy Ting Tang.
Pertandingan melawan Singapura ini menjadi ujian sebenarnya Indonesia sebelum ke Asian Games. Ini karena secara patokan usia, mereka sama.
Asisten Pelatih Andrie Ekayana menjelaskan bahwa saat ini tim pelatih konsentrasi dalam menyiapkan tim. Fokus pada penguatan flow permainan baik offense atau pun defense.
Lanjut Coach Yayan, sebelum terbang ke Tokyo tim pelatih melakukan pendekatan ke pemain. Ini agar para pemain memiliki motivasi berlipat usai Batam Stop yang berakhir kalah di dua pertandingan penyisihan grup.
“Pendekatan per pemain sudah dilakukan, pemberian motivasi secara tim juga telah diberikan. Kini pemain sudah siap kembali ke lapangan dan bersaing di Tokyo Stop,” ucap Coach Yayan.
“Kami juga melihat ada inkonsistensi permainan saat di Batam Stop. Ini juga akan menjadi faktor non teknis yang menjadi perhatian untuk diperbaiki,” jelas Coach Yayan.