Airone Jakarta Juara Kategori U16 Putra Mandiri Kejurnas Antarklub U16 &U18 Tahun 2026 Putra dan Putri

Airone Jakarta Juara Kategori U16 Putra Mandiri Kejurnas Antarklub U16 &U18 Tahun 2026 Putra dan Putri

06 Jul 2026 34
PERBASI - Final kategori putra resmi mendapatkan juara baru, dengan Airone Jakarta yang sukses meraih gelar juara Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri kategori U16 putra. Airone menang atas AKJ Semarang dengan skor 66-56 pada partai final di Sahabat Arena, Semarang, Minggu (5/7).

Airone langsung mengambil inisiatif permainan sejak awal laga dengan unggul 21-16 pada kuarter pertama. Keunggulan tersebut terus dipertahankan hingga babak pertama usai dengan skor 39-28.

Memasuki babak kedua, AKJ Semarang berupaya memperkecil ketertinggalan. Meski sempat memangkas selisih angka menjadi 52-45 di akhir kuarter ketiga, Airone tetap mampu menjaga konsistensi permainan hingga memastikan kemenangan 66-56.

Matthew Ivander menjadi salah satu motor kemenangan Airone Jakarta dengan kontribusi 13 poin, 4 rebound, dan 3 assist. Sementara di kubu AKJ Semarang, Muhammad Fakhrizal tampil impresif sebagai pencetak angka terbanyak pertandingan lewat torehan 26 poin dan 6 rebound.
Airone juara Mandiri Kejurnas Antarklub U16 Putra. Foto: PERBASI


Pelatih Airone Jakarta, Koko Nugroho, mengungkapkan tantangan terbesar menjelang final adalah melakukan penyesuaian setelah lawan yang dihadapi berbeda dari prediksi awal.

"Tantangan terbesar ada pada willingness dan disiplin anak-anak. Sejujurnya persiapan kami lebih banyak untuk menghadapi Aras. Ternyata yang lolos AKJ, dan mereka juga tim yang sangat bagus, sehingga kami harus cepat melakukan adjustment terhadap tim yang belum terlalu familiar," ujarnya.

Koko mengatakan salah satu keputusan penting yang diambil pada pertandingan ini adalah memberikan kepercayaan lebih kepada pemain dari bangku cadangan.

"Hari ini kami memercayakan bench untuk memberikan kontribusi lebih kepada tim," katanya.

Menurutnya, tidak ada perlakuan khusus saat memasuki partai final karena sejak awal target tim memang menembus laga puncak.

Perjuangan pemain Airone Jakarta dalam memenangkan duel melawan AKJ Semarang. Foto: PERBASI

"Tidak ada yang berbeda. Dari awal target kami memang final, jadi pendekatannya tetap sama. Kami hanya fokus bermain sebaik mungkin di setiap pertandingan," tambahnya.

Koko juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kejurnas tahun ini yang dinilai berlangsung dengan baik.

"Kejurnas tahun ini rapi, fasilitasnya bagus, persiapannya juga matang. Jadwal pertandingan pun berjalan tepat waktu," tuturnya.

Sementara itu, di sisi lain pelatih AKJ Semarang, Hedi Bingan, menilai momentum transisi menjadi salah satu faktor yang mengubah jalannya pertandingan.

"Momen transisi di lapangan cukup menentukan. Permainan anak-anak sempat naik turun dan itu dimanfaatkan lawan," ujarnya.

Ia juga menyoroti kurang lancarnya distribusi bola dari playmaker yang membuat pola serangan tim tidak berkembang.
AKJ Semarang amankan posisi kedua di Mandiri Kejurnas Antarklub U16 Putra. Foto: PERBASI


"Playmaker kami terlalu lama memegang bola sehingga aliran permainan tidak berjalan. Dia terus mendapat penjagaan ketat dan akhirnya tidak berani bermain lepas," katanya.

Sebagai evaluasi, Hedi menilai aspek fisik dan keberanian dalam duel kontak harus menjadi perhatian untuk pengembangan pemain ke depan.

"Pelajaran terbesar hari ini adalah soal body contact. Kami harus menyiapkan pemain yang berani dan mampu bermain dalam kontak fisik karena ke depan level persaingan akan semakin tinggi," tutupnya.

Kemenangan ini memastikan Airone Jakarta keluar sebagai juara kategori U16 putra Kejurnas 2026, sedangkan AKJ Semarang menutup turnamen sebagai runner-up setelah menampilkan performa impresif sepanjang kompetisi.

Aras Gading Muda Jakarta menempati peringkat ketiga kategori U16 putra di Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri. Foto: PERBASI

Partai final ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pertandingan kategori U16 putra yang menyuguhkan persaingan ketat sejak fase grup hingga laga puncak serta melahirkan kampiun baru pada edisi tahun ini.
Tautan disalin