Mandiri Kejurnas Antarklub 2026: Duel Double-Double Warnai Kemenangan CLS Surabaya, Bimasakti Bandung Jaga Peluang

Mandiri Kejurnas Antarklub 2026: Duel Double-Double Warnai Kemenangan CLS Surabaya, Bimasakti Bandung Jaga Peluang

30 Jun 2026 1 Kejurnas Putra Putri
PERBASI – Permainan kolektif menjadi kekuatan Bimasakti Bandung saat menghadapi Victoria Jakarta pada laga Group Stage Pool B Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri di lapangan A Sahabat Arena, Semarang, Selasa (30/6). Dengan kontribusi poin yang merata, Bimasakti mengamankan kemenangan 59-34 untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Bimasakti langsung mengendalikan jalannya pertandingan sejak kuarter pertama dengan keunggulan 18-3. Mereka terus memperlebar jarak menjadi 24-11 saat turun minum.

Selepas jeda, Bimasakti semakin nyaman dengan permainan mereka. Mereka menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 46-21 sebelum memastikan kemenangan dengan skor akhir 59-34.

Produktivitas Bimasakti tersebar merata di antara para pemain. Valerie Varsha menjadi pencetak angka terbanyak dengan 11 poin, sementara Mavella Faith dan Claire Natasha masing-masing menyumbang 10 poin untuk menjaga efektivitas serangan tim.

Perolehan angka terbagi cukup merata di Victoria Jakarta. Felicia Almira, Indira Aliya, Shula Janitra, dan Aaira Amiraputri sama-sama menjadi top scorer tim dengan masing-masing 5 poin.

Dengan kontribusi poin yang merata, Bimasakti mengamankan kemenangan 59-34 untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Foto: PERBASI

Pelatih Bimasakti Bandung, Eva Susanti, mengatakan pertahanan yang disiplin dan komunikasi antarpemain menjadi fondasi kemenangan timnya pada pertandingan ini.

"Kunci kemenangan hari ini ada di defense dan komunikasi yang berjalan dengan baik," ujar Eva.

Menurutnya, komunikasi yang baik membuat permainan Bimasakti lebih rapi dibanding laga sebelumnya.

"Anak-anak lebih mau berkomunikasi, permainan jadi lebih rapi dan awareness mereka juga meningkat," katanya.

Menghadapi pertandingan berikutnya, Eva menegaskan timnya akan tampil habis-habisan karena laga selanjutnya menjadi penentuan di fase grup.

"Besok adalah pertandingan penyisihan yang harus kami menangkan kalau ingin lanjut. Anak-anak harus tetap tenang dan bermain all out," tutupnya.
Bermain lebih konsisten sejak awal, CLS Surabaya mengalahkan Airone Jakarta dengan skor 68-44 untuk menjaga langkah positif di fase grup.Foto: PERBASI

Lain sisi di lapangan B, Duel dua pemain yang sama-sama mencatatkan double-double mewarnai laga Group Stage Pool A Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri di Sahabat Arena, Semarang, Selasa (30/6). Bermain lebih konsisten sejak awal, CLS Surabaya mengalahkan Airone Jakarta dengan skor 68-44 untuk menjaga langkah positif di fase grup.

CLS bermain nyaman sejak kuarter pertama dengan keunggulan 23-12. Permainan disiplin yang diperagakan membuat mereka terus memperlebar jarak hingga memimpin 43-26 saat turun minum.

Airone sempat memperkecil selisih pada kuarter ketiga menjadi 47-39. Namun CLS kembali menemukan ritme permainan pada kuarter terakhir dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 68-44.

Permainan kolektif menjadi salah satu kekuatan CLS pada laga ini. Tiga pemain berhasil mencetak poin dua digit, yakni Fazila Vania dengan 11 poin, Miley Radita dengan 10 poin, dan Callysta Gracelda dengan 10 poin.

Miley Radita juga tampil sebagai pemain terbaik CLS setelah membukukan 10 poin, 10 rebound, dan 8 steal, terpaut dua steal untuk mencatatkan triple-double.

Santika Honggo menjadi pemain terbaik di kubu Airone Jakarta dengan raihan 14 poin dan 10 rebound untuk mencatatkan double-double.

Pelatih CLS Surabaya, Risto Foekh, mengatakan kemenangan timnya diawali dari kesiapan mental dan kedisiplinan para pemain dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing di lapangan.

Airone harus mengakui keunggulan CLS. Foto: PERBASI

"Kami memulai pertandingan dengan doa. Setelah itu anak-anak bermain disiplin, punya determinasi, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing," ujar Risto.

Menurutnya, performa tim memang sempat mengalami pasang surut selama pertandingan. Namun kerja keras para pemain membuat CLS mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.

"Ada naik turunnya selama pertandingan, tetapi anak-anak terus bekerja keras sampai selesai," katanya.

Risto menambahkan evaluasi tetap menjadi fokus tim menjelang pertandingan berikutnya. Ia menyoroti beberapa detail kecil dalam pengambilan keputusan, terutama saat menghadapi situasi stop ball, agar permainan CLS semakin efektif.
Tautan disalin