Indonesia Tak Kuasa Bendung Kekuatan Arab Saudi, Pulang Bawa 3 Angka dari 3 Laga

Indonesia Tak Kuasa Bendung Kekuatan Arab Saudi, Pulang Bawa 3 Angka dari 3 Laga

PERBASI 13 Sep 2026 40
PERBASI - Timnas Basket Putra menutup perjalanan di Asian Games 2026 dengan kekalahan. Mereka di laga pamungkas Pool A takluk kepada Arab Saudi dengan kedudukan 89-100 di Aichi International Arena, Jepang, Minggu sore (13/9).

Kekalahan dari Arab Saudi ini melengkapi hasil negatif di dua pertandingan sebelumnya. Indonesia membuka perjalanan di Asian Games 2026 dengan kalah 53-98 atas Jepang lalu takluk 48-102 dari Korea Selatan.

Pelatih Timnas Basket Putra di Asian Games 2026, Coach David Singleton. Foto: Ariya Kurniawan/PERBASI
Dengan catatan ini, Indonesia menempati peringkat keempat di klasemen Pool A dengan tiga angka. Sementara Arab Saudi ada di posisi ketiga dengan 4 angka.

Pertandingan Indonesia melawan Arab Saudi ketat sejak awal pertandingan. Kekalahan di dua pertandingan yang dialami baik Indonesia maupun Arab Saudi membuat keduanya saling kejar mengejar poin. Mereka sama-sama berharap bisa pulang dengan oleh-oleh kemenangan dari Asian Games 2026.

Di kuarter pertama, Indonesia sempat tertinggal tiga angka melalui tembakan tiga angka Abdurrahkman Muhammad. Abraham Damar Grahita langsung meresponsnya dengan tembakan tiga angka juga. Indonesia sempat menjauh dengan keunggulan 21-9 ketika kuarter pertama sisakan 3 menit 13 detik.

Perjuangan pemain Timnas Basket Putra belum bisa hadirkan kemenangan di Asian Games 2026. Foto: Ariya Kurniawan/PERBASI
Sayangnya setelah unggul jauh ini, perolehan poin Indonesia macet. Sebaliknya, Arab Saudi mampu memaksimalkan setiap serangan berujung poin sehingga kuarter awal ini kedua tim memiliki poin sama kuat 21-21.

Di kuarter kedua, Mohammed Alsuwailem membuka keran poin Arab Saudi dengan tiga angka. Pemain Indonesia merespons dengan tiga angka dari Abraham Damar Grahita dan dua poin dari Lester Prosper.

Kejar mengejar poin terus berlangsung sepanjang kuarter kedua ini hingga membuat kedudukan sempat sama kuat 36-36 ketika duel sisakan 3 menit 58 detik. Arab Saudi akhirnya menutup kuarter kedua dengan kemenangan 50-41.

Usai turun minum, permainan Indonesia menurun di kuarter ketiga. Mencetak 14 poin yang membuat catatan poin paling sedikit di satu kuarter di laga ini. Sementara Arab Saudi menambah 20 angka yang membuat mereka leading 70-55.

Timnas Basket Putra kesulitan menunjukkan permainan terbaiknya di Asian Games 2026. Foto: Ariya Kurniawan/PERBASI
Di kuarter akhir, Indonesia sukses mencetak 34 poin. Ini adalah tabungan poin terbesar dalam satu kuarter di laga ini. Sayangnya, tambahan angka ini tidak mampu hindarkan Indonesia dari kekalahan. Indonesia harus akui keunggulan Arab Saudi 89-100 di akhir laga karena Arab di kuarter akhir mampu menambah 30 angka.

Abraham Damar Grahita menjadi pencetak poin terbanyak bagi Indonesia dengan catatan 22 angka, 3 rebound, dan 1 asis. Disusul kemudian Derrick Michael Xzavierro dengan catatan 14 angka dan 9 rebound.

Usai pertandingan ini, langkah Timnas Basket 5x5 Putra Indonesia di Asian Games 2026 terhenti.

Pelatih Timnas Basket Putra David Singleton mengatakan bahwa setelah menjalani tiga pertandingan merasa kecewa dengan hasilnya dan mengakui bahwa kualitas serta kemampuan tim sebenarnya bisa jauh lebih baik dari ini.

Coach David Singleton saat memberikan arahan kepada pemain. Foto: Ariya Kurniawan/PERBASI
“Sayangnya, kami tidak bisa menunjukkan jati diri kami yang sesungguhnya hingga pertandingan terakhir melawan Arab Saudi. Ini bukanlah standar yang ingin kami tetapkan di level tim nasional. Kami akan mencari berbagai cara untuk melakukan perbaikan, baik pada masa persiapan maupun selama kompetisi berlangsung,” jelas Coach Dave, sapaan karib David Singleton. 

“Kami menilai hasil ini sebagai kegagalan. Kami yakin masih banyak potensi yang bisa kami tunjukkan, namun kami tidak mendapatkan proses adaptasi yang cukup cepat selama berada di Jepang. Hal yang ingin saya tekankan adalah tim kami tetap tampil dan berjuang hingga akhir. Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa kami tidak akan pernah menyerah,” ujarnya.

“Kami tidak mencari-cari alasan. Itu poin utamanya. Jika harus menjawab berdasarkan fakta, kami sebenarnya membutuhkan lebih banyak pengalaman bertanding dan waktu kebersamaan, terutama bagi tim Asian Games. Kami baru benar-benar bangkit dan menunjukkan kemampuan terbaik kami pada pertandingan ketiga,” jelasnya.

“Kami harus mengevaluasi segalanya. Federasi memiliki harapan agar kami meraih kemenangan dan tampil lebih baik. Oleh karena itu, mulai dari pelatih, pemain, staf pendukung, hingga aspek organisasi dan penjadwalan, semuanya akan dievaluasi dan diperbaiki. Kami sebenarnya tidak jauh dari pencapaian hasil yang lebih baik, namun kami harus bergerak dalam hal pengembangan dan peningkatan, tidak hanya di level senior, tetapi juga di tingkat akar rumput (baik bagi pemain maupun pelatih), demi generasi mendatang,” ucap Coach Dave.
Tautan disalin