Dukungan FIBA Membuat PERBASI Konfiden Eksekusi Program Menyambut Piala Dunia
10 May 2026
18Berita
PERBASI - DPP PERBASI semakin percaya diri alias konfiden dalam menjalankan program kerja yang sudah ditetapkan. Salah satunya menyiapkan diri dalam menyambut pelaksanaan Piala Dunia Bola Basket Wanita U17 pada 2028 dan Piala Dunia Bola Basket U19 pada 2029.
DPP PERBASI telah mendapatkan kepercayaan dari FIBA atau federasi bola basket dunia untuk gelar kedua ajang level dunia tersebut. Keputusan ini diumumkan usai adanya kunjungan khusus Bendahara FIBA Ingo Weiss dan COO FIBA Patrick Mariller ke Indonesia yang langsung menggelar rapat di Kantor FIBA Indonesia di Jakarta, pada Selasa, 6 Mei 2025.
Hadir dalam rapat saat itu adalah Ketum DPP PERBASI Budisatrio Djiwandono, Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi, FIBA Board Member Erick Thohir, dan Dito Ariotedjo yang merupakan Menpora saat itu. Tampak juga Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Wijaya Noeradi dan Country Manager FIBA Indonesia Rufiana.
Nah, pada tanggal 6-7 Mei 2026, Ingo Weiss dan Patrick Mariller kembali kunjungi Indonesia. Keduanya menggelar pertemuan di dua tempat berbeda di hari yang berbeda pula. Rabu (6/5), rapat di Kantor FIBA sehari kemudian gelar pertemuan di Kantor DPP PERBASI di GBK Arena Lantai 8.
Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi menyebut, kunjungan Ingo Weiss dan Patrick Mariller ke Kantor DPP PERBASI menjadi angin segar bagi Indonesia menyiapkan pelaksanaan kedua Piala Dunia FIBA tersebut. Menambah konfidensi dalam mengeksekusi program kerja.
Dalam menyambut menjadi tuan rumah kedua ajang level dunia itu, kata Nirmala, DPP PERBASI tidak hanya menyiapkan dari sisi kesiapan tuan rumah. Namun juga bagaimana secara permainan tim yang disiapkan bisa bersaing di level ini.
“Persiapan sudah kita lakukan dari tahun lalu baik kita sebagai tuan rumah kemudian bagaimana kita memiliki tim itu sendiri. Agar kita gak malu-maluin banget, karena ini Asia Cup, World Cup. Kita kedatangan tim yang sangat luar biasa juga. Kita sangat serius sekali untuk hal ini,” ungkap Nirmala.
“Teman-teman akan lihat sendiri bagaimana next step-nya persiapan kita. Kita akan duduk bareng dengan teman-teman media karena kita butuh dukungan semua pihak untuk sukseskan kegiatan ini,” lanjutnya.
“Kami sangat senang dukungan full dari FIBA. Dukungan ini kita menjadi lebih konfiden untuk menjalankan program-program PERBASI, karena FIBA support full. Masyarakat sangat mendukung juga,” kata Nirmala.
“Dari Ketum juga bilang bahwa kalau melihat begini, semua sudah firm, sudah oke, tinggal go capaian-capaian kita,” ujar Nirmala.
COO FIBA Patrick Mariller melihat besarnya potensi bola basket di Indonesia. Ini setelah dia melihat pelaksanaan Piala Dunia Bola Basket pada 2023 di Indonesia Arena Senayan, Jakarta Pusat.
“Menurut saya, berdasarkan pengalaman pelaksanaan FIBA Basketball World Cup 2023, dengan grup yang dimainkan di Jakarta, kami melihat ada potensi besar, ada banyak penggemar (bola basket) yang berkembang di Indonesia,” jelas Mariller.
“Dengan Liga dan kompetisi, apa yang PERBASI lakukan, bekerja dari tahapan grassroot (usia muda) bersamaan dengan kompetisi elit, akan sangat berdampak untuk kemajuan bola basket di Indonesia. Bukan hanya dari peningkatan jumlah penonton, namun juga dampak jumlah orang yang memainkan bola basket,” lanjutnya.
FIBA juga menunjukkan komitmennya dalam penguatan pengembangan bola basket sejak usia muda di Indonesia dengan program Basketball For Good.
Namun dalam prakteknya nanti, lanjut Mariller, pihaknya akan koordinasi dengan pengurus PERBASI di daerah akan berkoordinasi penuh dengan mereka.
“Sementara di level elit, kami akan membuat program untuk para pelatih, wasit. Kami akan mendukung penuh kegiatan PERBASI dengan sumber daya yang dimiliki FIBA Indonesia dan FIBA Pusat dalam mengembangkan federasi nasional,” terang Mariller.
“Saya berharap bola basket dapat menjadi salah satu cabang olahraga populer di Indonesia. Maksud saya dengan lebih banyak anak-anak dan komunitas yang aktif memainkan bola basket di mana-mana. Karena memainkan bola basket merupakan salah satu cara membawa perubahan positif. Itu salah satu ambisi kami,” tegas Mariller.
“Ambisi lainnya, dapat melihat Bola Basket Indonesia bermain di Olimpiade. Itu adalah ambisi yang juga dimiliki federasi nasional (PERBASI),” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir yang menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan antara Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) dan MILO Indonesia yang dilaksanakan di Kantor FIBA Indonesia, Menara Danareksa, Rabu (6/5) mengatakan bahwa penandatanganan ini sebagai partisipasi aktif swasta untuk ikut memajukan pembinaan olahraga karena pembangunan olahraga nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan sektor swasta. Menpora RI Erick Thohir saat hadiri MoU antara FIBA Indonesia dengan Nestle Milo.Foto: PERBASI
“Saya sangat mengapresiasi Milo dan FIBA yang aktif dalam pengembangan olahraga di sekolah. Penandatanganan kerja sama ini, merupakan langkah positif bagi olahraga basket khususnya. Bola basket adalah salah satu olahraga populer di masyarakat, dan saya berharap melalui kerjasama ini dapat semakin luas menjangkau hingga tingkat akar rumput,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menpora Erick menyampaikan bahwa ke depan Kemenpora akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pembangunan olahraga di tingkat grassroot, khususnya dalam penyediaan tenaga pelatih dan wasit bola basket.
“Sesuai arahan Presiden, kita harus membangun talenta nasional. Program ini merupakan sinergi antara Kemenpora, Bappenas, Kemendikdasmen dan Kemendikbud. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan jumlah pelatih dan wasit dengan melibatkan guru-guru yang berminat, kemudian memberikan sertifikasi melalui federasi,” jelasnya.
Pihak MILO Indonesia, melalui Alaa Sahaban, juga menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama strategis bersama FIBA, Kemenpora, dan PERBASI. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu menjangkau lebih luas masyarakat dalam menggalakkan gaya hidup sehat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat bersama-sama membangun generasi yang aktif dan sehat melalui olahraga bola basket serta menyebarkan energi positif tanpa batas,” ujarnya.
Sebelumnya, tahun lalu program ini telah berjalan dengan konsentrasi di wilayah tertentu seperti Timika, Mataram, Kulon Progo, Sumbawa Barat, dan Ambon. Implementasinya menjangkau puluhan sekolah dengan melibatkan ratusan guru serta ribuan siswa.
Keberhasilan tersebut menjadi dasar pengembangan program pada tahun ini. Sepanjang Mei hingga Oktober 2026, Basketball for Good ditargetkan hadir di sedikitnya 100 sekolah dasar di wilayah Banten, Makassar, Lubuk Linggau, Kendari, hingga Samarinda.
Selain itu, sekitar 100 guru olahraga akan mendapatkan pelatihan melalui skema Training of Teachers (ToT). Para guru tersebut kemudian diharapkan dapat menularkan materi kepada lebih dari 3.000 siswa melalui kurikulum khusus yang mencakup permainan, latihan kelincahan, serta edukasi pola hidup sehat.
Pelaksanaan program ini turut melibatkan PERBASI guna memastikan keberlanjutan di tingkat daerah, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap olahraga basket.