DPP PERBASI Apresiasi Konsistensi dan Pertumbuhan IBL, Musim Ini Sajikan Persaingan Ketat

DPP PERBASI Apresiasi Konsistensi dan Pertumbuhan IBL, Musim Ini Sajikan Persaingan Ketat

06 Jan 2026 115
PERBASI - DPP PERBASI apresiasi atas konsistensi dan pertumbuhan Indonesian Basketball League (IBL)
sebagai liga kompetisi profesional tertinggi bola basket di Indonesia. Musim ini, IBL akan berlangsung mulai 10 Januari 2026.

“Atas nama Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia, PERBASI, kami menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan pertumbuhan Indonesian Basketball League sebagai liga kompetisi profesional tertinggi bola basket di Indonesia,” jelas Fritz Edward Siregar, Badan Legal, Erik, dan Disiplin DPP PERBASI dalam acara Press Conference IBL Gopay 2026 Opening Season di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

“Bagi PERBASI, IBL bukan sekadar liga pertandingan. IBL adalah bagian penting dari ekosistem basket nasional, mulai dari pembinaan atlet, kompetisi berjenjang, hingga penguatan industri bola basket Indonesia. Artinya, apa yang terjadi di IBL akan sangat berpengaruh pada masa depan basket kita secara keseluruhan,” lanjutnya.

Kata Fritz, sebagai kompetisi elite, IBL berperan sebagai tujuan akhir pembinaan atlet basket Indonesia. Setiap pemain muda yang berlatih baik itu di sekolah, di klub, maupun di akademi pasti punya mimpi yang sama, yaitu suatu hari bermain di IBL.

“Karena itu, keberlangsungan liga profesional yang sehat menjadi sangat penting. Liga yang sehat bukan hanya soal jadwal berjalan lancar, tetapi soal kualitas kompetisi, integritas, dan kesinambungan prestasi basket nasional,” ucapnya.
Fritz Edward Siregar, Badan Legal, Erik, dan Disiplin DPP PERBASI


Musim ini, lanjutnya, IBL diikuti 11 tim peserta dan 33 pemain asing. Artinya, persaingan makin ketat.

“Dan bagi pemain lokal, ini bukan tekanan. Sebaliknya ini justru kesempatan untuk naik level,” tegas Fritz.

“PERBASI memastikan regulasi liga tetap sejalan dengan prinsip-prinsip utama, yaitu fair play dan integritas kompetisi. Perlindungan dan kesejahteraan atlet. Serta pengembangan pemain lokal karena kompetisi yang kuat akan berdampak langsung pada kualitas pemain nasional,” tegasnya.

Bagi PERBASI, kata Fritz, IBL juga menjadi etalase utama talenta basket Indonesia dan referensi utama dalam memantau pemain Tim Nasional. Intensitas dan kualitas pertandingan IBL membantu pemain Indonesia terbiasa dengan tempo, fisik, dan tekanan standar kompetisi internasional.

“Selain aspek teknis dan prestasi, PERBASI juga memberi perhatian besar pada aspek disiplin dan kepatuhan hukum. Karena itu, PERBASI bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional, BNN, untuk bersama-sama saling mengingatkan para pemain dan ofisial agar semakin jeli dan bertanggung jawab dalam memahami serta mematuhi peraturan negara terkait penggunaan psikotropika. Ini penting, karena prestasi dan integritas harus berjalan bersama,” ucap Fritz.

“Harapan kami, IBL 2026 bukan hanya menghadirkan pertandingan yang menarik, tetapi juga melahirkan pemain-pemain yang suatu hari kita banggakan saat mengenakan seragam Merah Putih. Terima kasih, dan selamat menyambut IBL 2026,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, IBL musim baru langsung dibuka dengan partai sarat gengsi. Dua finalis musim lalu, Dewa United Banten dan Pelita Jaya Basketball, dipastikan saling berhadapan pada laga pembuka pada 10 Januari 2026.

Pertandingan ini menjadi simbol dimulainya IBL GoPay 2026 dengan tensi tinggi, rivalitas kuat, dan standar permainan kelas atas sejak game pertama.
Dua finalis musim lalu, Dewa United Banten dan Pelita Jaya Basketball, dipastikan saling berhadapan pada laga pembuka IBL Gopay 2026 pada 10 Januari 2026.


Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menegaskan bahwa musim 2026 menjadi momentum penting bagi liga untuk membangun kedekatan yang lebih kuat dengan para penggemar.

“Kedekatan antara liga dan masyarakat menjadi hal utama yang ingin kami bangun pada musim ini. Kami ingin menghadirkan liga yang dapat dinikmati dengan mudah, baik di arena maupun melalui berbagai platform,” ujar Junas.

Sebagai title partner liga, GoPay kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekosistem basket nasional.

Kelvin Timotius menyampaikan bahwa GoPay bangga kembali menjadi bagian dari IBL dan percaya bahwa olahraga, termasuk basket, memiliki dampak positif yang luas bagi masyarakat.

“Pada musim IBL 2026, GoPay menghadirkan fitur IBL di aplikasi GoPay yang memungkinkan para penggemar menikmati berbagai aktivitas seru, mulai dari mengecek jadwal pertandingan, mengikuti voting, hingga bermain game basketball hoops untuk mendapatkan hadiah gratis setiap hari,” jelas Kelvin.

Sementara itu, kolaborasi strategis antara Bank Mandiri dan IBL yang telah terjalin sejak 2025 terus diperkuat. Melalui kerja sama lintas sektor ini, Bank Mandiri terlibat aktif dalam berbagai program berkelanjutan yang bertujuan memperkuat ekosistem bola basket nasional, mulai dari pembinaan atlet muda hingga pengembangan komunitas.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, berharap dukungan yang diberikan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan IBL dan perkembangan bola basket nasional.

“Melalui sinergi ini, kami berharap IBL menjadi semakin kompetitif, menghadirkan hiburan yang menarik bagi masyarakat, serta mengakselerasi prestasi dan melahirkan atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Adhika.
Tautan disalin