Airone Jakarta Hadapi AKJ Semarang di Final, U16 Putra Mandiri Kejurnas Antarklub 2026 Siap Lahirkan Juara Baru
04 Jul 2026
1BeritaKejurnasPutraPutri
PERBASI – Kategori U16 Putra Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri akan mendapatkan juara baru. Ini menyusul tumbangnya juara bertahan, Aras Gading Muda Jakarta, di partai semifinal.
Dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di Sahabat Arena Semarang, Sabtu malam (4/7), Aras Gading Muda Jakarta menyerah kepada AKJ Semarang dengan kedudukan 76-73.
Dengan kemenangan ini, AKJ Semarang melaju ke partai final. Di final, AKJ akan ketemu Airone Jakarta. Pertandingan final akan berlangsung di Sahabat Arena, Semarang, Minggu (5/7).
Untuk memastikan diri melaju ke final, AKJ Semarang harus menaklukkan pertarungan sengit melawan Aras Gading Muda Jakarta. AKJ tampil luar biasa pada kuarter pertama dan membuka keunggulan 27-8.
Aras perlahan bangkit pada kuarter kedua, tetapi AKJ masih mampu menjaga keunggulan 42-30 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Aras terus memberikan tekanan dan memangkas selisih angka. Meski demikian, AKJ tetap memimpin 60-50 saat kuarter ketiga berakhir.
Pada kuarter penutup, Aras sempat mendekat dan membuat pertandingan berlangsung menegangkan. Namun AKJ berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi dengan skor 76-73 sekaligus mengamankan tiket ke partai final.
Jonathan Marco menjadi pemain terbaik AKJ Semarang dengan kontribusi 19 poin, 4 rebound, dan 5 assist. Sementara di kubu Aras Gading Muda Jakarta, Justin Simon tampil impresif dengan torehan 17 poin dan 9 rebound.
Pelatih AKJ Semarang, Hadi Bingan, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar yang tidak banyak terlihat adalah upaya membatasi pemain kunci Aras yang tampil menonjol sepanjang turnamen.
"Kami fokus mengurangi efektivitas pemain mereka yang di pertandingan-pertandingan sebelumnya sangat menonjol. Banyak penyesuaian kami lakukan agar dia tidak leluasa memegang bola," ujar Hadi.
Menurutnya, setiap pertandingan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, AKJ selalu berusaha menyesuaikan strategi dengan karakter permainan lawan.
"Kami tetap harus melihat karakter lawan. Seperti hari ini, kami harus benar-benar aware terhadap cara mereka bermain sehingga bisa melakukan penyesuaian yang tepat," katanya.
Menatap partai final, Hadi mengingatkan anak asuhnya untuk tidak cepat puas dengan hasil yang telah diraih.
"Saya selalu mengingatkan anak-anak bahwa di atas langit masih ada langit. Kami harus tetap rendah hati dan terus berjuang di pertandingan berikutnya," tutupnya.
Sementara bagi Aras Gading Muda Jakarta, kekalahan ini membuat langkah mereka harus terhenti di babak semifinal.
Partai final pun dipastikan mempertemukan Airone Jakarta dan AKJ Semarang, dua tim yang sama-sama memburu gelar juara pertama mereka di kategori U16 putra Kejurnas 2026.
Airone Jakarta memastikan satu tempat di partai final Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri kategori U16 putra setelah mengalahkan GMC Cirebon dengan skor 63-48 pada laga semifinal di Sahabat Arena, Semarang, Sabtu (4/7).
Kemenangan ini mengantarkan Airone selangkah lebih dekat menuju gelar juara pertama mereka di ajang ini.
Ketika memastikan kemenangan, Airone langsung mengambil kendali permainan sejak kuarter pertama dengan keunggulan tipis 14-11. Permainan yang disiplin di kedua sisi lapangan membuat mereka memperlebar jarak menjadi 38-29 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, GMC Cirebon mencoba memangkas ketertinggalan. Namun Airone tetap mampu menjaga keunggulan 47-37 hingga akhir kuarter ketiga.
Pada kuarter penutup, Airone kembali tampil efektif untuk memastikan kemenangan dengan skor akhir 63-48 sekaligus mengamankan tiket ke partai puncak.
Miracle Christiano menjadi pemain terbaik Airone Jakarta dengan torehan 16 poin, 8 rebound, 5 assist, dan 3 steal. Sementara di kubu GMC Cirebon, Seviour Ikechukwu kembali tampil solid dengan catatan 13 poin dan 12 rebound untuk membukukan double-double.
Pelatih Airone Jakarta, Heru Setyo, menilai tantangan terbesar yang dihadapi timnya pada pertandingan ini bukan berasal dari permainan lawan, melainkan dari ego para pemain saat sudah unggul.
"Tantangan hari ini adalah ego pemain. Saat kami mulai unggul, beberapa anak ingin tampil menonjol sendiri. Itu yang harus kami benahi," ujar Heru.
Menghadapi partai final, Heru menegaskan fokus utama tim adalah memulihkan kondisi fisik sekaligus mempersiapkan mental para pemain.
"Yang paling penting sekarang adalah recovery, mental, dan kemauan mereka untuk terus berjuang," katanya.
Meski berhasil membawa timnya ke final, Heru mengaku belum sepenuhnya puas dengan penampilan anak asuhnya. Ia berharap para pemain mampu menekan ego pribadi dan lebih mengutamakan kepentingan tim pada laga puncak.
"Saya kurang puas meskipun hari ini menang. Ego pemain masih cukup terlihat. Mereka masih muda, jadi saya ingin mereka lebih mengutamakan kemenangan bersama daripada bermain sendiri-sendiri," tutupnya.
Kemenangan ini memastikan Airone Jakarta melangkah ke partai final Kejurnas 2026 kategori U16 putra. Sementara GMC Cirebon harus mengakhiri perjuangannya di babak semifinal.