Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi Beberkan Misi di 3x3 Women's Series dan Challenger Batam

Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi Beberkan Misi di 3x3 Women's Series dan Challenger Batam

PERBASI 23 Jul 2026 5
PERBASI - Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi keikutsertaan Timnas Basket 3x3 di Women's Series dan Challenger penting. Ini karena kedua ajang tersebut dibutuhkan dalam membangun tim menuju Asian Games dan pengumpulan poin peringkat dunia untuk Olimpiade. 

Tim yang diturunkan masih muda. Usianya mayoritas di bawah 23 tahun. Di tim putri, hanya Ayu Sriartha yang berusia di atas 23 tahun, yaitu 27 tahun. 
 
"Kami punya grand design besar, kami ingin menuju Olimpiade. Karena itu kami menggelar Women’s Series dan Challenger di beberapa kota," ungkap Nirmala kepada media di Batam.

"Di 3x3 Batam ini juga menjadi bagian dari training camp tim nasional menuju Asian Games. Selain itu, ini juga menjadi uji coba sekaligus kesempatan mengumpulkan poin menuju Olimpiade,” lanjut Nirmala.

Kata Nirmala, Timnas Basket 3x3 di kedua ajang di Batam ini hadapi tim-tim terbaik dunia. Ini menjadi kesempatan penting bagi para pemain Indonesia untuk mengasah kemampuan sebelum tampil pada Asian Games pada 19 September - 4 Oktober 2026 di Jepang.
Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi saat berbincang dengan Presiden Federasi Bola Basket Rumania Carmen Tocala. Foto: PERBASI


Melalui 3x3 Batam, Nirmala menyebut pemain diharapkan menyerap pengalaman bertanding di level internasional.

“Saya tidak ingin mengatakan anak-anak kurang maksimal. Mereka sudah memberikan yang terbaik," jelasnya.

"Ini merupakan kejuaraan yang diikuti pemain-pemain kelas dunia. Menang atau kalah, pengalaman seperti ini sangat penting untuk perkembangan mereka,” tukasnya.

"Kami juga berharap bisa menambah poin banyak di Women’s Series ini. Kalau belum, kami akan terus mengikuti kegiatan serupa di negara-negara peserta lainnya,” ucapnya.

Nirmala juga mengapresiasi upaya panitia dalam menyuguhkan kejuaraan level dunia. Dia menyebut bahwa penyelenggaraan FIBA 3x3 Women’s Series Batam berlangsung sesuai standar internasional meski dipersiapkan dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Diakui Nirmala, pemilihan Batam menjadi tuan rumah karena memiliki akses internasional yang mudah melalui Singapura. Kemudian juga didukung pemerintah daerah, serta tengah berkembang sebagai destinasi wisata dan kawasan ekonomi.

“Batam sedang menggeliat mempromosikan wisatanya. Letaknya juga dekat dengan Singapura sehingga memudahkan para peserta datang. Dari Singapura cukup sekitar 50 menit menggunakan kapal feri sudah tiba di Batam,” ucapnya.
Sekjen DPP PERBASI Nirmala Dewi ketika memberikan keterangan kepada media.


Sementara itu, Ketua Perbasi Kepulauan Riau Suhadi berharap penyelenggaraan FIBA 3x3 Women’s Series dapat menjadi momentum meningkatkan pembinaan bola basket di daerah sekaligus memperkuat citra Batam sebagai penyelenggara ajang olahraga internasional.

“Kami berharap kejuaraan ini memberikan animo besar terhadap perkembangan bola basket di Batam. Ke depan Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga sebagai destinasi sport tourism yang mampu menggelar event internasional,” kata Suhadi.

FIBA 3x3 Women's Series berlangsung pada 23–24 Juli 2026, kemudian dilanjutkan FIBA 3x3 Challenger Putra pada 25–26 Juli 2026. Kedua ajang ini berlangsung di Alun-Alun Engku Putri Batam.

Sebanyak 32 tim dari 21 negara dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Tim-tim kelas dunia ambil bagian seperti asal Prancis, Belanda, dan Mongolia, selain Latvia, Jepang, dan Serbia.
Tautan disalin